You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
81 Pohon Ditanam di Komplek Dinas LH Bambu Larangan
photo Istimewa - Beritajakarta.id

Puluhan Pohon Pelindung Ditanam di Kompleks Dinas LH Cengkareng

Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Sudin Tamhut) Jakarta Barat kembali melakukan penanaman pohon, Jumat (8/11). Kali ini, sebanyak 81 pohon pelindung ditanam di Kompleks Perumahan Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta di Jalan Bambu Larangan, Kelurahan Cengkareng Barat, Kecamatan Cengkareng.

"Penanaman pohon ini merupakan program rutin yang dilakukan setiap Jumat,"

Kepala Sudin Tamhut Jakarta Barat, Romy Sidharta mengatakan, penanaman pohon itu terdiri dari 36 pohon bungur, 30 pohon tabebuya pink dan 15 pohon tabebuya kuning.

Program Penanaman Pohon Terus Digencarkan di Jakbar

“Penanaman pohon ini merupakan program rutin yang dilakukan setiap Jumat dalam rangka penghijauan,” ujar Romy, Jumat (8/11).

Kepala Satpel Tamhut Kecamatan Cengkareng, Hotman Marudut mengatakan, penanaman puluhan pohon tersebut dilakukan di lahan aset milik Pemprov DKI Jakarta yang luasnya mencapai satu hektare.

“Kegiatan penanaman pohon ini juga dalam rangka pengamanan aset,” katanya.

Sementara itu, Camat Cengkareng, Ahmad Faqih mengapresiasi penanaman pohon tersebut.

"Dengan semakin banyaknya pohon yang ditanam diharapkan selain jadi lebih hijau dan teduh juga jadi daerah resapan air dan menyerap polusi udara," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Munjirin Tinjau Ring Tinju di Kolong Flyover Kampung Melayu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye5313 personNurito
  2. Hari Pertama JRF 2026, Kualitas Udara Jakarta Lebih Nyaman

    access_time24-10-2026 remove_red_eye1854 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Lahan Tidur di Cijantung Jadi Taman Interaktif Diapresiasi Warga

    access_time23-10-2026 remove_red_eye1785 personNurito
  4. Jakarta Running Festival Berpotensi Terus Berkembang

    access_time27-10-2026 remove_red_eye1784 personFakhrizal Fakhri
  5. 105 Ribu Bibit Mangrove Bakal Ditanam di Kepulauan Seribu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye1586 personAnita Karyati